Berdasarkan kerja dari sistem peralatan kontrolnya, pengontrolan motor listrik dibagi dalam dua bagian utama yaitu:
- Sistem Pengontrolan Terbuka (Open Loop System),
- Sistem Pengontrolan Tertutup (Closed Loop System).
a. Sistem Pengontrolan Terbuka
Untuk mendapat gambaran tentang sistem pengontrolan terbuka (open loop system), dapat diambil suatu contoh mesin tenun pembuat kain. Jika mesin tenun akan dioperasikan, maka sumber dáya listrik akan dialirkan melalui peralatan kontrol, kemudian motor listrik bekerja dan selanjutnya mesin tenun melaksanakan tugas untuk menenun serat-serat benang menjadi kain.
Apabila salah satu serat benang terputus, sakelar pada peralatan kontrol harus dibuka, maka daya listrik kepada motor terputus, akibatnya mesin tenun berhenti.
Di sini diperlukan seorang operator pengamat yang akan membuka dan menutup sakelar apabila terjadi benang putus. Hal ini dilaksanakan berdasarkan pengamatan operator pada mesin tenun. Sistem kerja pengontrolan seperti ini disebut sistem pengontrolan terbuka.
![]() |
Gambar blok diagram sistem pengontrolan terbuka |
b. Sistim Pengontrolan Tertutup
Apabila fungsi operator pada mesin tenun di atas digantikan oleh sakelar mini (micro switch) yang dipasang pada serat benang, maka sistem pengontrolan terbuka dapat menjadi sistem pengontrolan tertutup (Closed Loop System), lihat gambar berikut :
Apabila salah satu serat benang pada mesin tenun putus, maka segera akan diberikan signal kepada sakelar mini. Akibatnya posisi kontak dari sakelar mini tertutup, arus listrik mengalir pada peralatan kontrol, seterusnya pemberian daya listrlk kepada motor terputus, motor listrik berhenti dan akhimya mesin tenun juga berhenti. Apabila benang yang putus tadi disambungkan, maka sakelar mini membuka lagi dan mesin tetap diperlukan tenaga operator, akan tetapi bekerjanya lebih ringan karena hanya memberikan daya listrik pada saat permulaan mesin tenun dijalankan dan menyambungkan benang putus.
Di sini terithat bahwa output mempengaruhi input, maka sistem ini disebut sistem pengontrolan tertutup.

Dengan kata lain sistem pengontrolan tentutup adalah sistem pengontrolan yang memanfaatkan pengaruh yang ditimbulkan dan hasil kerja motor untuk melakukàn perubahan operasinya, tanpa menggunakan tenaga operator.
Munculnya peralatan kontrol seperti Programable Logic Control (PLC) dan analog komputer, penyambungan benang putus sudah dapat dilakukan secara otomatis, tanpa harus dilakukan oleh tenaga manusia.
Dengan penerapan sistem kontrol ini memungkinkan sepuluh atau dua puluh buah mesin tenun, cukup hanya dilayani oleh satu tenaga operator.
Berdasarkan uraian dari kedua macam sistem pengontrolan tersebut, maka pemakaian sistem pengontrolan tertutup merupakan cara yang paling efisien dan efektif untuk digunakan dalam pengontrolan motor listrik, apabila dibandingkan dengan sistem pengontrolan terbuka.
Disamping keuntungan yang diperoleh ada juga kekurangannya antara lain kebutuhan tenaga manusia (man power) dalam suatu pabrik akan jauh relatif kecil apabila suatu pabrik yang menggunakan sistem pengontrolan terbuka.
Sehubungan dengan hal ini, maka penerapan sistem pengontrolan tertutup yang canggih di negara kita perlu dipertimbangkan dengan tepat dan cermat.
0 komentar:
Posting Komentar